Top Post

Top Post

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Pojok Kelas. Tampilkan semua postingan


YOGYAKARTA UNTUK KE-BHINNEKA-AN

Bhinneka Tunggal Ika,
Berbeda-beda namun tetap satu.
Tidak ada seorang pun yang boleh disakiti karena ia berbeda.
Kita berbeda-beda. 
Kita punya hak menjadi berbeda. 
Berbeda tanpa rasa takut.

Selama ratusan tahun, Yogyakarta telah menjadi tempat bertemunya orang dari berbagai latar belakang yang berbeda.
Dengan sikap saling menghargai di dalam masyarakat, keragaman ini menjadikan Yogyakarta sebagai miniatur Indonesia. Tempat di mana berbagai perbedaan dapat hidup berdampingan, menjadi sebuah kesatuan, tanpa harus menjadi seragam.
Namun kondisi ini telah terancam oleh tindakan suatu kelompok masyarakat. Kelompok ini merasa dirinya sebagai yang paling benar dan melakukan kekerasan terhadap pihak yang dianggap berbeda. Inilah saat di mana sikap saling menghargai, Tepo Seliro yang kita miliki diuji.

Apakah kita akan membiarkan tindak kekerasan yang dilakukan suatu kelompok, mengganggu kedamaian di Yogyakarta?
Jika Yogyakarta dapat hidup damai dengan segala perbedaan di dalamnya, maka Indonesia pun dapat melakukannya. Pernyataan ini adalah upaya yang dimulai dari Yogyakarta untuk Indonesia Bhinneka.

Apa yang dapat kita lakukan untuk mendukung Indonesia Bhinneka?
  1. Bergabung dengan orang-orang yang memiliki tujuan serupa, untuk bertukar pendapat dan membuat pernyataan bersama, seperti aksi "Yogyakarta untuk Indonesia Bhinneka" pada tanggal 24 Juni 2012, pukul 14.30 WIB, di depan Gedung Agung, Yogyakarta. Suatu perubahan dapat dilakukan jika dikerjakan bersama-sama.
  2. Mewujudkan Tepo Seliro, sikap saling menghargai dengan sesama manusia.
  3. Tidak setuju dengan sesuatu? Ajak dialog dan bangun kritik. Kekerasan bukanlah jalan untuk menghadapi perbedaan. Kekerasan hanya akan menghasilkan rasa sakit dan kemarahan.


Catatan kecil ini admin kutip dari pamflet yang merupakan bagian dari aksi budaya Yogyakarta untuk Indonesia Bhinneka, 24 Juni 2012, di depan Gedung Agung, Yogyakarta. Aksi ini diprakarsai oleh Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!). Forum YuK! terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil yang bergabung, bergerak dan berjuang dalam sebuah gerakan masyarakat sipil yang menyuarakan demokrasi. Sebuah usaha bersama mewujudkan cita-cita tentang kehidupan damai yang berprinsip pada demokrasi, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Yogyakarta untuk Kebhinnekaan

MANIFESTO
YOGYAKARTA UNTUK KE-BHINNEKA-AN

Ke-bhinneka-an adalah kenyataan hidup sehari-hari yang tidak bisa dipungkiri di Indonesia. Para pendiri bangsa merumuskan negara Indonesia sebagai negara berdasarkan Pancasila, Bukan berdasarkan agama dan suku tertentu. Rumusan itu melandasi semangat bangsa yang toleran, menghargai keberagaman, dan menjunjung tinggi kemerdekaan berpikir dan berpendapat.

Catatan panjang sejarah menunjukkan bahwa Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan salah satu pusat kebudayaan jawa, selalu memberi ruang bagi keberagaman budaya serta kemerdekaan berpikir dan berpendapat. Kemampuan itulah yang membentuk keistimewaan Yogyakarta.

Akhir-akhir ini, marak terjadi peristiwa kekerasan atas nama agama, suku dan kelompok. Dan warga Yogyakarta menyatakan:
  1. Menolak intimidasi dan aksi kekerasan atas alasan apapun, sebab intimidasi dan aksi kekerasan atas nama perbedaan agama, suku, kelompok, gender dan ideologi, sesungguhnya tidak sesuai dengan prinsip ke-Bhinneka-an.
  2. Mendukung aparat negara untuk menindak berdasarkan hukum, setiap individu ataupun kelompok yang melakukan intimidasi dan aksi kekerasan.
  3. Mengajak seluruh masyarakat untuk saling menghormati dan menghargai ke-bhinneka-an, serta tidak membiarkan aksi kekerasan dan intimidasi yang melanggar hak-hak sipil warga.
Oleh karena itu warga Yogyakarta mengajak bangsa Indonesia untuk bersikap mendukung dan menjaga ke-bhinneka-an Indonesia.

Catatan kecil ini admin kutip dari pamflet yang merupakan bagian dari aksi budaya Yogyakarta untuk Indonesia Bhinneka, 24 Juni 2012, di depan Gedung Agung, Yogyakarta. Aksi ini diprakarsai oleh Forum Yogyakarta untuk Keberagaman (YuK!). Forum YuK! terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil yang bergabung, bergerak dan berjuang dalam sebuah gerakan masyarakat sipil yang menyuarakan demokrasi. Sebuah usaha bersama mewujudkan cita-cita tentang kehidupan damai yang berprinsip pada demokrasi, Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Sebuah pesan yang Admin kutip dari comment teman mahasiswa di sebuah blog,
"Sampaikan pada rakyat, sampaikan pada mahasiswa...
sampai darah penghabisan, untuk berjuang...
rakyat adalah rakyat...
pemerintah adalah pemerintah...
marilah kita perjuangkan negara kita..."

Darah Juang

Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
Samuderanya... kaya raya
Negeri kami subur Tuhan...
Di negeri permai ini
Berjuta rakyat bersimbah luka
Anak buruh tak sekolah
Pemuda desa tak kerja
Mereka dirampas haknya
Tergusur dan lapar
Bunda relakan darah juang kami
Tuk bebaskan rakyat
Padamu kami berjanji
Padamu kami berbakti

Darah Juang

Siapapun beliau yang menciptakan lagu ini, kami Mahasiswa Indonesia sangat berterima kasih. Sangat inspiratif  dan penuh semangat. Salam Perjuangan !

Marjinal - Buruh Tani

buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota
bersatu padu rebut demokrasi
gegap gempita dalam satu suara
demi tugas suci yang mulia

hari hari esok adalah milik kita
terciptanya masyarakat sejahtera
terbentuknya tatanan masyarakat
indonesia baru tanpa orba

marilah kawan mari kita kabarkan
di tangan kita tergenggam arah bangsa
marilah kawan mari kita nyanyikan
sebuah lagu tentang pembebasan

di bawah kuasa tirani
kususuri garis jalan ini
berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti

berjuta kali turun aksi
bagiku satu langkah pasti
bagiku satu langkah pasti
Antara ilmu dan nilai/IPK mana yang lebih penting? Nilai itu penting karena dengan nilai bagus akan mudah mencari kerja setelah lulus nanti (kata sebagian orang bukan kata saya). Ilmu jauh lebih penting karena dengan ilmu orang lebih bermakna hidupnya. Memaknai hidup dengan segudang ilmu jauh lebih indah daripada hanya menyimpan setumpuk coretan-coretan nilai yang hanya bisa dilihat, yang terbang terhempas angin, yang terbakar terkena panas, yang hanyut terseret air. Nilai/IPK bagus bisa saja hasil dari menyontek atau sejenisnya tapi kalau berilmu sudah pasti itu melalui pembelajaran. Saya kutip dari cerita seseorang yang pernah dapat nilai kurang memuaskan hanya gara-gara ngerjain tugas temennya. Dia sempat protes dengan sang dosen, dan apa yang dikatakan dosennya? "Saya tahu kemampuan kamu, mereka dapat nilai tapi tidak tahu apa-apa sedangkan kamu punya ilmunya".
Itu cerita saya, what about you?

Ilmu Atau Nilai


JAKARTA - Pemerintah akan memberikan penghargaan kepada instansi dan komunitas pengguna peranti lunak sumber terbuka (open source) atau legal dan tidak berbayar di Indonesia.

Penghargaan itu diberikan agar instansi pemerintah dan orang-orang kian berminat menggunakan peranti lunak berbasis open source. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memberikan penghargaan tersebut dalam acara "Indonesia Open Source Award" atau IOSA 2012.

"Penghargaan IOSA 2012 itu akan diberikan kepada pemerintah pusat, daerah, sekolah, mahasiswa, tokoh, komunitas, dan para wartawan," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ashwin Sasongko, dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa (13/3).

Ashwin mengatakan bahwa penganugerahan IOSA 2012 tersebut akan diselenggarakan pada 4 Juli 2012 mendatang dan didukung oleh Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asosiasi Open Source Indonesia, dan Komunitas Open Source lainnya. hay/E-6
sumber: http://koran-jakarta.com/index.php/detail/view01/85866

Dukung pengguna 'Open Source'

|| Copyright © 2014 Fakti UPY || Powered by Blogger || Designed by Mbah Jass ||